Oleh Rista Setiawati Kelas XI IPA 1 SMATOR


latar belakang PKI ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet pada 1914, dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda. Pada 1927 PKI dinyatakan terlarang oleh pemerintahan Belanda. Karena itu, PKI kemudian bergerak di bawah tanah. Rencana pemberontakan itu sendiri sudah dirancang sejak lama. Yakni didalam perundingan rahasia aktivis PKI di Prambanan. Rencana itu ditolak tegas oleh Tan Malaka, salah satu tokoh utama PKI yang mempunyai banyak massa terutama di Sumatra. Penolakan tersebut membuat Tan Malaka di cap sebagai pengikut Lev Trotsky yang juga sebagai tokoh sentral perjuangan Revolusi Rusia. Walau begitu, beberapa aksi PKI justru terjadi setelah pemberontakan di Jawa terjadi. Semisal Pemberontakan Silungkang di Sumatra.

Alih-alih menyelamatkan pancasila dari segala bentuk rong-rongan paham-paham tak berTuhan (ateis) dan melanggengkan kekuasaan Orde Baru (OrBa), Soeharto berusaha menutup-nutupi peristiwa sebenarnya, hingga dalam ranah keilmuan sejarah pun Ia berupaya menyeragamkan para sejarawan. Sudah tentu, bila mereka tak mau mengikuti selera Bapak Pembangunan, maka tunggu pembalsanya.

Mengapa presiden soekarno tidak memberitahukan sebenarnya tentang kebiadapan PKI dalam pidatonya?apa ada hubungannya dengan presiden soeharto?
menurut kelompok kami,presiden soeharto merupakan ormas-ormas PKI yang ingin merusak citra presiden Soekarno dimata rakyat.Presiden soekarno memberi SUPERSEMAR kepada jendral Soeharto merupakan tindakan yang tidak tepat,karena dengan adanya SUPERSEMAR,soeharto berusaha untuk membubarkan PKI dan ormas-ormasnya yang merupakan bawahan soeharto.soeharto menginginkan agar semua rakyat berpihak padanya,dan memberikan kepalsuan bahwa”soekarno yang menciptakan PKI” yang pada dasarnya adalah rekayasa soeharto.pada akhirnya semua rakyat menolak agar sesegera mungkin presiden soekarno diturunkan dari jabatanya dan dihukum.

Selanjutnya jendral soeharto duduk di tatanan pemerintahan sebagai presiden kedua.

  1. kebalikan dari apa yang selama ini dipropagandakan oleh orde baru/Golkar/Soeharto dengan keyakinan, setidak-tidaknya membantu meyakinkan bahwa kudeta “Gestapu” sebenarnya dilakukan oleh sayap kanan angkatan darat Indonesia yang bermaksud mengiliminasi lawan-lawan politiknya yang ada di sayap kiri angkatan darat, dan bersamaan dengan itu untuk menegakkan kediktatoran militer.
  2. Gestapu dengan kata lain, adalah hanya fase pertama dari tiga fase kudeta sayap kanan yang salah satunya sangat jelas mendapat bantuan secara rahasia dari jurubicara Amerika Serikat.
  3. Sebelum membalikkan keterlibatan Amerika Serikat, CIA sendiri sudah pernah mengatakan bahwa peristiwa Gestapu merupakan “salah satu pembunuhan yang terburuk di abad ke-20″.
  4. Marilah kita mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Menurut ahli Indonesia, Harold Crouch, dari Australia, bahwa menjelang tahun 1965 jenderal-jenderal angkatan darat sudah terbagi dalam dua kubu.Yang di tengah adalah perwira-perwira yang diangkat dan setia kepada panglima angkatan darat, Jenderal Yani, yang pada gilirannya menentang kebjakan Presiden Soekarno yang membentuk persekutuan dengan PKI. Kelompok kedua termasuk jenderal-jenderal sayap kanan Nasution dan Soeharto beroposisi terhadap Yani dan kebijakan-kebijakan Soekarnois.
  5. Semua Jenderal ini adalah anti PKI. Tapi menjelang 1965 yang menjadi sasaran adalah Soekarno. Ceritera sederhana tentang penggulingan Soekarno adalah pada terbunuhnya jenderal Yani dan lingkaran jenderal-jenderal terdekatnya pada tahun 1965 yang merupakan perataan jalan pada perebutan kekuasaan oleh jenderal sayap kanan kekuatan anti Yani yang bersekutu dengan Soeharto. Kunci daripada hal ini adalah apa yang mereka sebut usaha kudeta Gestapu yang mengatasnamakan dukungannya kepada Soekarno, yang dalam kenyataannya yang menjadi target pembunuhan itu adalah tepat terhadap anggota-anggota terkemuka faksi angkatan darat yang sangat loyal kepada kelompok Yani.
  6. Suatu pertemuan angkatan darat dalam bulan Januari 1965, antara “Yani dengan lingkaran terdekatnya” dan mereka (termasuk Soeharto) yang sering mengeluh tentang sesuatu atau lainnya yang menentang Yani”, mendaftar korban 30 September yang melawan siapa saja yang akan merebut kekuasaan sesudah pembunuhan mereka.
  7. Tidak ada jenderal satupun yang menentang Soekarno yang menjadi sasaran Gestapu, dengan kekecualian yang jelas, jenderal Nasution.
  8. Tapi menjelang tahun 1961, operasi CIA sudah kehilangan kepercayaan kepada Nasution sebagai asset yang menguntungkan, karena “catatan kinerjanya banyak menguntungkan Soekarno”.
  9. Hubungan Soeharto dengan Nasution pun sangat dingin, sejak Nasution menginvestigasi keterlibatan Soeharto dalam korupsi ketika ia menjabat Panglima Diponegoro pada tahun 1959 yang kemudian memindahkan dari jabatannya sebagai panglima.
  10. Distorsi realitas yang bersifat duplikasi, pertama statement oleh Let.Kolonel Untung tentang Gestapu, kemudian oleh Soeharto dalam “melumpuhkan” Gestapu merupakan kebohongan-kebohongan dukungan.
  11. Untung, pada tanggal 1 Oktober, mengumumkan dengan sangat ambigu bahwa Soekarno berada di bawah perlindungan Gestapu (sebenarnya tidak); bahwa CIA mendukung Dewan Jenderal yang telah merencanakan Kudeta selama dan sebelum tanggal 5 Oktober dan untuk maksud ini telah mendatangkan pasukan dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa barat ke Jakarta.
  12. Pasukan-pasukan dari wilayah itu memang dibawa ke Jakarta untuk keperluan parade pada tanggal 5 Oktober 1965. Untuk tidak mengumumkan hal ini, dan bahwa “ia sendiri terlibat dalam perencanaan parade pada perayaan hari Angkatan Perang dan dalam pemilihan Unit-unit yang akan berpartisipasi dalam acara tersebut.”
  13. Paling tidak unit-unit ini (yang termasuk battalion terdahulunya sendiri) mensuplai hampir semua sekutunya untuk kegiatan batalion Gestapu yang baru di Jakarta Soeharto pertama dari kedua siarannya menekankan kembali angkatan darat yang selalu setia kepada “Bung Karno pemimpin besar” ; dan juga menyalahkan enam jenderal yang telah mati oleh pemuda rakyat dan Gerwani, plus “elemen-elemen Angkatan Udara” – karena tidak ada bukti lain selain situs sumur di mana tubuh-tubuh ke-enam jenderal ditemukan.
  14. Pada saat itu dia tahu persis bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh pasukan Untung yang berada di bawah komando Soeharto sendiri.
  15. Dengan demikian, apapun motivasinya individu seperti Untung di dalam “Putsch” (perebutan kekuasaan), Gestapu benar-benar merupakan hal yang sangat samar. Keduanya, apakah itu retorikanya dan di atas segala-galanya tindakannya bukan sembarangan. Tapi semuanya sudah dirancang agar Soeharto bisa memberikan alasan yang sama bersifat samar. Misalnya, keputusan Gestapu untuk menjaga semua sudut di pusat kota di Taman Merdeka Jakarta, kecuali markas Besar Kostrad, sangat konsisten dengan keputusan Gestapu yang menargetkan satu-satunya jenderal yang mungkin menjadi tantangan kekuasaan Soeharto. Lagi-lagi mengumumkan pengalihan kekuasaan pada “Dewan Revolusi” yang sangat fiktif, dari mana Soekarno sudah disingkirkan, memungkinkan Soeharto pada gilirannya pura-pura membela Soekarno sementara pada kenyataannya melindungi dirinya dari pengawasan yang ada. Lebih penting lagi pembunuhan Gestapu yang tidak perlu terhadap jenderal-jenderal dekat bandara di mana Pemuda Rakyat sedang dilatih memungkinkan Soeharto, seperti gerakan Goebbels, mengalihkan kesalahan pembunuhan dari pasukan di bawah komandonya yang ia tahu persis telah melakukan penculikan ke bandara Husen dan anggota-anggota PKI yang tidak tahu menahu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s