PENYERANGAN AHMDIYAH CIKEUSIK


Penyerangan Ahmadiyah Cikeusik

Ahmadiyah Minta SKB dan Fatwa MUI Dicabut

Rabu, 9 Februari 2011 – 09:42 wib
Nurul Arifin – Okezone
undefined

Ilustrasi
SURABAYA– Majelis Jamaah Ahmadiyah Surabaya (MAJAS) mendesak agar Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri segera dicabut. Pasalnya, SKB tersebut dinilai yang menjadi pemicu kekerasan terhadap Ahmadiyah di Indonesia.

“SKB ini tidak membawa manfaat, mending dicabut saja,” kata pimpinan Ahmadiyah Surabaya, Sibthe Ahmad Hasan, ketika dihubungi Okezone, Rabu (9/2/2011).

Ia juga mengatakan, yang menjadi biang kerusuhan ini tidak hanya SKB saja, melainkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang banyak membawa kesesatan di masyarakat. Fatwa tersebut secara tidak langsung memicu aksi kekerasan terhadap Ahmadiyah selama ini.

SKB tersebut, lanjutnya ditafsirkan beragam oleh kalangan yang ekstrim terhadap Ahmadiyah. Ditambah lagi, dengan fatwa MUI yang menurut MAJAS sangat provokatif. Kemungkinan, dengan adaya SKB dan Fatwa itu seolah-olah melegalkan segala perbuatan terhadap Ahmadiyah.

Meski demikian, tambahnya, sekitar 2 ribuan Jamaah Ahmadiyah di Jawa Timur, tidak terpengaruh dengan konflik di Desa Umbalan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten tersebut. Menurut Sibthe, para pengikut yang tersebar di seluruh Surabaya itu tetap menjalankan kegiatan dan keyakinannya seperti hari-hari biasanya.

“Semua berjalan seperti biasanya dan normal-normal saja. Kami pun tidak melakukan penjagaan di masjid kami,” kata Sibthe di ‘markas’ MAJAS Masjid An-Nur, Jl. Bubutan I/2, Surabaya.
(crl)

 

Tentang MOH KUSNARTO

Pendidikan S-1 sejarah UNESA SMA Negeri 1 Sampang SMP Negeri 1 Sampang SD Negeri Gunung Sekar 1 Sampang TK Brawijaya (804) Lahir : Sampang, 08-12-1976 Unit Tugas : SMA Negeri Torjun Jabatan : Guru Sosiologi Alamat : Perum Permata Selong Blok E/28 Sampang
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.