AHMADIYAH : KAPOLRES CIKEUSIK


Kapolres Cikeusik & Temanggung Harus Dievaluasi

Jum’at, 11 Februari 2011 – 08:08 wib
Muhammad Saifullah – Okezone

Kapolri Jenderal Timur Pradopo (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para kapolres se-Indonesia.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menilai peristiwa penyerangan warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang dan aksi massa di Temanggung, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu terjadi karena kapolres tidak bisa bekerja secara maksimal. Fungsi kapolres selaku ujung tombak tak berfungsi maksimal.

“Kasus tersebut terjadi akibat kapolres tidak maksimal melakukan deteksi dini, tidak maksimal berkoordinasi dengan intelijen, tidak mampu mengevaluasi serta memetakan situasi dan potensi konflik di wilayah tugasnya,” katanya kepada okezone, Jumat (11/2/2011).

Dia juga berharap ke depan Polri bisa bekerja lebih profesional sehingga kejadian serupa tidak terulang. IPW sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut dan berharap Polri ke depan dapat lebih profesional mengatasi potensi konflik di masyarakat.

Pada Minggu 6 Februari lalu, sekelompok orang menyerang markas Jamaah Ahmadiyah, di Cikeusik, Banten. Tiga Jamaah Ahmadiyah tewas dalam peristiwa tersebut. Tidak hanya menyerang Jamaah Ahmadiyah, massa juga merusak kantor dan mobil yang berada di depan rumah milik Suparman.

Tak lama kemudian, bentrokan juga terjadi di Temanggung. Ratusan orang mengamuk usai sidang penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung. Aksi ini meluas ke gereja-gereja dekat kantor pengadilan. Akibatnya, dua gereja dibakar dan satu dirusak.(ful)

 

Tentang MOH KUSNARTO

Pendidikan S-1 sejarah UNESA SMA Negeri 1 Sampang SMP Negeri 1 Sampang SD Negeri Gunung Sekar 1 Sampang TK Brawijaya (804) Lahir : Sampang, 08-12-1976 Unit Tugas : SMA Negeri Torjun Jabatan : Guru Sosiologi Alamat : Perum Permata Selong Blok E/28 Sampang
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.